
Dekanat FBS dan Ketua BIPA bersama sahabat BIPA Unesa menyambut hangat mahasiswa baru program BIPA di FBS.
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menjadi magnet bagi mahasiswa asing yang ingin memperdalam bahasa dan budaya Indonesia. Tahun ini, sebanyak 14 mahasiswa asing resmi bergabung dalam program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang dikelola Fakultas Bahasa dan Seni (FBS).
Para mahasiswa tersebut datang dari delapan negara berbeda, yakni Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Ekuador, Tanzania, India, Jerman, dan Botswana. Mereka disambut hangat jajaran pengelola dan sahabat BIPA dalam acara penyambutan di ruang rapat T14 FBS Unesa, Kamis, 28 Agustus 2025.
Kehadiran para mahasiswa tersebut menjadikan kampus “Rumah Para Juara” sebagai etalase keragaman dunia. Mereka masuk di BIPA Unesa melalui beragam jalur. Ada yang diterima lewat beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), program kerja sama Kedutaan Besar RI di Washington DC, kolaborasi dengan Universitas Dalian di Tiongkok, hingga jalur reguler dan privat.
Ketua BIPA Unesa, Octo Dendy Andriyanto menjelaskan bahwa para mahasiswa asing tersebut akan menempuh pembelajaran komprehensif yang meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, tata bahasa, budaya, serta mata kuliah khas seperti gamelan dan karawitan.

www.unesa.ac.id
“Kami nanti akan memfasilitasi teman-teman BIPA tidak hanya berkegiatan di kelas, tetapi juga dengan berbagai aktivitas luar kelas, mulai dari study tour, kompetisi, hingga kegiatan yang sesuai minat mereka,” jelas dosen FBS itu.
Wakil Dekan II FBS Unesa, Heny Subandiyah menuturkan, bahwa program BIPA dirancang bukan hanya untuk mengajarkan bahasa, tetapi juga untuk memperkenalkan budaya Indonesia secara utuh.
“Anda semua nanti tidak hanya belajar bahasa saja, tetapi juga akan diarahkan untuk mempelajari dan merasakan langsung budaya Indonesia. Mulai dari membatik, menyanyi lagu daerah, menari tarian tradisional, hingga memainkan instrumen musik tradisional,” ungkapnya.
Melalui pendekatan akademik dan budaya tersebut, Unesa ingin memastikan bahwa pembelajaran mahasiswa asing tidak berhenti pada keterampilan linguistik semata, tetapi juga membentuk pemahaman yang lebih mendalam tentang identitas dan kekayaan budaya Indonesia.
“Kehadiran mahasiswa asing di BIPA Unesa diharapkan menjadi jembatan persahabatan antarbangsa sekaligus media diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional,” tutupnya.[]
***
Reporter: Ajwa Elizia Alwi (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim BIPA Unesa
Share It On: